Rabu, 20 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
Many nights we've prayed With no proof anyone could hear In our hearts a hopefull song We barely understood Now we are not afraid Although we know there's much to fear We were moving mountains long Before we knew we could There can be miracles, when you believe Though hope is frail, it's hard to kill Who knows what miracles you can achieve When you believe, somehow you will You will when you believe
“Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”
(Lukas 16:10, Matius 25:21)
Saya harus mengaku bahwa masih banyak perkara kecil yang belum saya tuntaskan. Dan saya harus menuntaskannya segera dengan sebaik mungkin.
Tetapi rupanya Tuhan memiliki rencana lain. Ketika saya belum sempat menuntaskan perkara-perkara kecil, Tuhan telah memberikan kepada saya sebuah perkara yang besar
Saya tahu bahwa Tuhan memiliki rencana yang sangat indah di luar pemahaman saya. Saya tahu bahwa Tuhan akan selalu menyertai langkah kita. Dan saya semakin yakin bahwa Tuhan ingin saya dapat melayani lebih banyak lagi sesama manusia.
Terima kasih Tuhan atas berkat dan anugerah yang telah Kau berikan kepadaku dan keluargaku. Terima kasih untuk para sahabat dan keluarga dan saudara-saudaraku yang telah dengan setia dan penuh kasih mendampingiku selama ini.
| KELUPUTAN DAN KEMENANGAN
Nyanyian : Kidung Jemaat 391:1,2 Renungan: Tuhan datang menyelamatkan umat-Nya. Tindakan Allah itu haruslah dijawab manusia dengan beriman kepada-Nya. Karena dengan beriman, kita memiliki pengharapan malahan kepastian masa depan, yakni, apa yang belum kita lihat. Karena kita memiliki pengharapan, maka kita melangkah dan berbuat. Karena janji-Nya pasti dan Dia menyertai kita, maka kitapun harus berani mengambil keputusan dan bertindak. Kita bertindak dalam kepatuhan dan kesetiaan kepada-Nya. Sebab Ia setia dan memberikan kekuatan iman kepada kita. Tuhan telah dan sedang bekerja menyelamatkan umat-Nya dari Mesir, sebab itu mereka menyambutnya dengan iman. Mereka merayakan Paskah dengan memercikan darah di amabang pintu menjadi tanda percaya. Karena iman itu, maka anak sulung mereka luput dari sentuhan tangan malaikat maut. Kita perlu menandai diri dengan percaya, supaya kita pun akan diluputkan-Nya dari kebinasaan. Tuhan membuka jalan bagi umat-Nya, ketika mereka terdesak diantara laut Merah dan kejaran pasukan berkuda Mesir, Tuhan membelah dan mengeringkan Laut Merah suapaya mereka boleh melintasinya. Jangan takut, karena Tuhan tidak akan membiarkan umat yang dipimpin-Nya binasa tanpa berbuat sesuatu, Ia pasti datang menyelamatkannya. Rasa takut senantiasa muncul ketika kita meragukan-Nya dan kurang beriman dan berserah diri pada-Nya Tuhan juga memberikan kemenangan kepada umat-Nya, sehuingga segala rintangan dan tantangan pun dapat dilaluinya. Karena iman, tembok-tembok Yerikho pun roboh setelah orang Israel mengelilinginya tujuh hari lamanya. Beriman kepada Tuhan, telah membuat Rahab berani bertindak, dan oleh karena iman juga maka pada akhirnya ia pun beroleh keluputan dan keselamatan. Oleh karena itu, kalau kita juga ingin selamat: Berimanlah dan berharaplah kepada Allah, responlah tindakan penyelamatan-Nya. Nyayian: Kidung Jemaat 391:3,4,5 |